Komp. Perkantoran Marante, Jl. Poros Rantepao – Palopo KM.4, Lembang Tondon Kecamatan Tondon info@torajautarakab.go.id 085175359919

Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Toraja Utara terus diperkuat, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA), Bali, yang diarahkan pada pengembangan kompetensi dan kapasitas pelaku pariwisata daerah.

Langkah ini ditindaklanjuti melalui kunjungan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara ke Universitas Dhyana Pura, Bali, daerah yang telah menjadi rujukan dalam pengelolaan pariwisata nasional, terutama dalam penguatan ekosistem dan sumber daya manusia sektor pariwisata.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, S.Ak., M.B.A, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Toraja Utara, Ibu Damayanti Batti, S.IP., M.A, dan berlangsung di Universitas Dhyana Pura, Dalung, Bali, Selasa (24/3/2026). Rombongan diterima oleh jajaran Yayasan Dhyana Pura, di antaranya Ketua Yayasan Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS, Sekretaris Widodo Marmer, SE., M.MA, dan Bendahara I Wayan Susrama, SE., MM, serta didampingi Rektor Universitas Dhyana Pura, Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA, MA.

Kunjungan ini merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Toraja Utara dan UNDHIRA yang sebelumnya telah diawali melalui penandatanganan kesepakatan bersama tentang implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi saat kunjungan pihak universitas ke Toraja Utara pada awal Maret 2026.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Toraja Utara menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan yang lebih terarah dan berbasis pengetahuan.

 

Kami memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Toraja Utara,” jelas Andrew Branch Silambi.

 

Dari kunjungan ini, sejumlah peluang kerja sama mulai dirumuskan, di antaranya pengembangan lembaga pelatihan kerja (LPK) di bidang pariwisata, peningkatan kapasitas pemandu wisata lokal, serta pemanfaatan kajian akademik untuk mendukung perencanaan dan pembangunan daerah.

 

Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, termasuk penguatan komoditas kopi daerah melalui program pelatihan barista dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seiring dengan perubahan tren gaya hidup masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

 

 

 

Diskominfo-SP - 2026